Belum Banyak Diminati, Budidaya Umbi Porang Punya Nilai Ekonomi Menggiurkan

By Redaktur Pelaksana 09 Feb 2019, 16:18:02 WIB Ekonomi
Belum Banyak Diminati, Budidaya Umbi Porang Punya Nilai Ekonomi Menggiurkan

Keterangan Gambar : sumber : google.co.id


JAKARTA, Ipangan.com Banyak tanaman yang bisa hidup dan tumbuh dengan mudah di wilayah tropis seperti di Indonesia ini. Salah satunya tumbuhan umbi porang atau sering disebut iles-iles atau gaceng yang dalam bahasa latinnya disebut Amorphopallus oncophillus, tanaman yang biasa tumbuh liar di hutan, kebun-kebun, lereng-lereng gunung.

Didalam umbi porang terdapat kandungan gizi penting yang namanya Glukomannan yang merupakan bahan pokok pembuatan tepung porang yang dimanfaatkan untuk berbagai bahan pangan, diantaranya pakan ternak, pengikat air, bahan pengental, penggumpal gel dan makanan rendah kalori, dilansir dari laman litbang kementrian pertanian, Sabtu (9/2/2019).

Jepang mempunyai salah satu makanan favorite yang namanya Shirataki (Mie Putih), dan Taiwan sendiri masyakatnya gemar makanan yang namanya Konnyaku yang bentuknya mirip tahu. Kedua makanan tersebut berbahan dasar umbi porang.

Nah Lho, ternyata tumbuhan umbi porang yang dianggap tumbuhan liar yang tidak berguna di Indonesia justru menjadi bahan baku pembuat makanan kesukaan warga negeri sakura dan naga kecil asia alias Taiwan.

Meski bentuk umbi porang yang tak beraturan dan gatal bagi yang menyetuhnya, tumbuhan yang satu ini ternyata diuber banyak investor dari Jepang, China, dan Taiwan untuk digunakan sebagai bahan pembuat Mie Rendah Kalori dan Tepung Glukoman yang merupakan bahan berbagai jenis makanan olahan industri yang diproduksi secara masal.

Harga porang basah bisa mencapai Rp.4500 per kg, sedang untuk keringnya bisa mencapai Rp.35.000 – Rp.40.000, tak hanya porang basah dan kering yang bisa dijual, bibitnya pun juga bernilai ekonomi per kg bisa dijual mencapai Rp.50.000 dilihat dari laman shopee.co.id, sabtu (9/2/2019).

Dilansir dari data kompas.com penjualan porang ke Jepang, China dan Taiwan mencapai 750 ton, pada tahun 2017. Dan diperkirakan setiap tahunya kebutuhan akan permintaan ekspor terus meningkat seiring peningkatan penggunaan kandungan porang untuk bahan industri makan lainya.

Penulis : Taufiq Hidayat




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video